Advertisement
Kabar Kota
Home » Supllier OAP Tuntut Keadilan dari PT PUMS

Supllier OAP Tuntut Keadilan dari PT PUMS

MIMIKA BERKABAR – Aksi protes dari para Supllier lokal Orang Asli Papua (OAP) yang bergerak di bidang penjualan ikan dan sembako terhadap PT Plasma Mitra Selaras (PT PUMS) mencapai puncaknya hari ini.

Mereka melakukan penyegelan kantor PT PUMS yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, tepat di depan kantor Dinas Pertanian, serta melakukan pembakaran ban sebagai bentuk kekecewaan mendalam terkait sistem Purchase Order (PO) yang dianggap tidak adil.

Jan Magal, selaku Sekretaris Lembaga Musyawarah Suku Amungme menyatakan bahwa kehadiran Lemasa adalah untuk menjembatani para pemasok dengan PT PUMS.

Para suppllier OAP merasa tidak ada keterbukaan dari PT PUMS dan Strategic Planning Catering And Camp (SPCC), serta PT Pangan Sari Utama (PSU) dinilai tidak transparan dan adil dengan adanya dugaan aktor yang bermain sehingga mereka menuntut adanya keterbukaan.

“Aksi ini dipicu oleh kekecewaan mendalam para pemasok lokal, khususnya yang bergerak di bidang perikanan terhadap praktik-praktik yang dianggap tidak adil dan diskriminatif dalam penerbitan dan pembagian PO padahal mereka hanya ingin keterbukaan saja,” ujar Jan Magal pada hari Jumat, 10 Oktober 2025.

MAITUA Diluncurkan, Pemkab Mimika Ingin Data Antar-OPD Terintegrasi dan Jadi Dasar Kebijakan

Jan Magal yang juga merupakan perwakilan dari para suppllier mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan respons atas pengaduan yang telah mereka terima selama berminggu-minggu.

“Kami telah melakukan investigasi dan menemukan banyak kejanggalan yang dilakukan oleh oknum-oknum di PT PUMS,” ujarnya.

Menurut Jan, oknum-oknum tersebut diduga memanfaatkan jabatan mereka untuk kepentingan pribadi sehingga merugikan para pemasok lokal.

“Mereka bermain di dalam sistem, mengatur pembagian PO dan SIS dengan tidak transparan, serta mengabaikan kepentingan pengusaha lokal yang sudah bermitra dengan PT PUMS selama puluhan tahun,” tegasnya.

Para demonstran menuding sejumlah nama sebagai aktor utama dalam praktik-praktik yang merugikan tersebut. Mereka mendesak agar PT PUMS segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum tersebut.

Pemkab Mimika Siap Tarik Puluhan Mobil Dinas Mantan Pejabat

“Kami sudah berkoordinasi dengan pimpinan PT PUMS, bahkan mengirimkan surat rekomendasi pergantian pimpinan kepada Direktur Utama PT Pangansari,” ucapnya.

Para suppllier menuntut agar pimpinan PT PUMS diganti. Selain itu, para demonstran juga menuntut agar PT PUMS mengakomodir 16 pemasok ikan ereka mengancam akan menghentikan pasokan ke PT PUMS jika tuntutan ini tidak dipenuhi.

“Kami tidak hanya memperjuangkan kepentingan pemasok sayur-mayur dan buah-buahan, tetapi juga pemasok ikan tawar, ikan laut, udang, makanan ringan, beras, Aqua, dan semua kebutuhan dapur. Kami ingin ada pemerataan dan keadilan bagi semua pemasok lokal,” pungkas Jan.

Aksi penyegelan dan pembakaran ban ini adalah cerminan dari frustrasi yang memuncak, ini adalah seruan keras bagi PT PUMS untuk segera berbenah menegakkan transparansi, dan mengembalikan kepercayaan supplier lokal.

Peran Lemasa Kamoro sebagai penyambung lidah masyarakat menjadi krusial dalam memastikan bahwa suara-suara yang selama ini terabaikan dapat didengar dan ditindaklanjuti.

Brida Gandeng Litbang Kompas Kaji Kinerja Pemkab dan Kepuasan Masyarakat

Keadilan dan pemerataan dalam kemitraan bisnis bukan hanya tentang keuntungan, tetapi juga tentang keberlanjutan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat Mimika secara keseluruhan. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement