MIMIKA BERKABAR.COM – Kabupaten Mimika, Papua Tengah, akan menjadi tuan rumah Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2 yang dijadwalkan berlangsung pada 16 November 2026. Pemerintah Kabupaten Mimika menilai agenda nasional ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman agama, suku, bahasa, dan budaya.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan penunjukan Mimika sebagai tuan rumah merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan baik. Kepercayaan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat Mimika untuk memperlihatkan praktik toleransi yang selama ini dijaga dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadi, kita harus menunjukkan kepada seluruh masyarakat bahwa Mimika memang harmonis. Orang yang datang ke sini harus melihat bahwa kita saling mendukung, meskipun berbeda agama, bahasa, dan budaya,” kata Johannes, Rabu (14/10/2026)
Menurut Johannes, pelaksanaan konferensi ini tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan agenda nasional, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda.
Ia menegaskan, keberagaman yang ada di Mimika perlu menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan bermasyarakat yang aman, damai, dan saling menghormati.
Pemerintah Kabupaten Mimika mulai melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mempersiapkan pelaksanaan konferensi tersebut. Rapat persiapan pertama dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Johannes menjelaskan, persiapan kegiatan akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Sejumlah kepala daerah dan peserta dari berbagai wilayah di Indonesia juga diperkirakan menghadiri konferensi tersebut.
Meski demikian, jumlah peserta yang akan datang ke Mimika belum dapat dipastikan. Pemerintah daerah masih menunggu informasi resmi dari panitia penyelenggara terkait jumlah peserta yang akan mengikuti kegiatan tersebut.
Johannes berharap seluruh pihak dapat mengambil bagian dalam menyukseskan konferensi, sehingga pelaksanaannya tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan makna bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Mimika selanjutnya akan mematangkan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.
Konferensi Nasional Kota Toleransi ke-2 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen menjaga kerukunan di Mimika. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan terus membangun kebersamaan dengan menghormati perbedaan agama, suku, bahasa, dan budaya.(Red)





















Komentar