MIMIKA BERKABAR.COM— Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mimika menggandeng PT Ariana Adicipta menggelar seminar pendahuluan perencanaan Kota Kapiraya di Hotel Horison Diana, Jumat (21/08/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam menyusun dokumen perencanaan kota yang terarah guna mendukung pengembangan pusat ekonomi baru di wilayah pesisir Mimika.
Perencanaan pembangunan Kota Kapiraya sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mimika yang bertujuan membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru dalam rangka menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di daerah tersebut.
Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR, Sumitro Hamzah, menjelaskan bahwa Kapiraya memiliki posisi strategis di pesisir Kabupaten Mimika dengan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup melimpah.
Karena itu, diperlukan keteraturan serta perencanaan kota yang baik dan terarah agar pembangunannya berjalan terencana, terpadu, dan berkelanjutan.
“Penyusunan dokumen ini dilaksanakan oleh PT Arino Adisita. Pekerjaan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu tiga bulan, dengan masa kontrak yang telah dimulai sejak akhir Juli,” ujar Sumitro dalam laporannya di hadapan peserta seminar.

Usulan delineasi kawasan perencanaan Kota Kapiraya mencapai 3.283,20 hektare. Narasumber dari PT Ariana Adicipta, Sulaiman, memaparkan bahwa Kapiraya yang berada di Distrik Mimika Barat Tengah memiliki karakter sosial budaya yang kuat.
Kondisi sosial budaya masyarakat setempat tidak terlepas dari karakter wilayah Mimika yang didominasi kawasan pesisir, sungai, rawa, serta hutan sagu yang turut membentuk pola kehidupan dan hubungan sosial masyarakat.
“Dalam konteks sosial seperti ini, hubungan antar anggota masyarakat cenderung bersifat komunal, ditandai ketergantungan terhadap keluarga dan lingkungan alam,” jelas Sulaiman dalam penjelasannya.
Dari sisi infrastruktur, Sulaiman memaparkan bahwa Kapiraya saat ini telah memiliki sarana transportasi berupa satu unit bandara dan satu unit dermaga.
Untuk pelayanan kesehatan tersedia satu Pustu, sementara di bidang pendidikan terdapat satu sekolah dasar, yaitu SD Inpres Uta II Kapiraya. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penyusunan arah pembangunan Kota Kapiraya ke depan.
Meski demikian, Sulaiman mengungkapkan sejumlah isu utama yang perlu diperhatikan dalam perencanaan, antara lain keterbatasan transportasi, menurunnya kualitas sanitasi lingkungan, belum optimalnya pengelolaan sampah, keterbatasan pelayanan dasar, risiko kerusakan lingkungan, serta gangguan terhadap keamanan dan ketertiban.
Dengan perencanaan yang matang, Sulaiman optimistis Kapiraya dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Mimika.
Seminar pendahuluan ini diharapkan menjadi fondasi bagi penyusunan rencana tata ruang yang komprehensif dan berkelanjutan bagi Kota Kapiraya ke depan. (Red)
























Komentar