MIMIKA BERKABAR.COM – Maraknya kasus pembuangan bayi di wilayah Kabupaten Mimika mendapat sorotan serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika.
Anggota Komisi III DPRK Mimika, Herman Tangke Pare, S.T., meminta aparat kepolisian dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) untuk menindaklanjuti kasus ini secara serius karena menyangkut nilai kemanusiaan.
Pernyataan tersebut disampaikan Herman menyusul viralnya penemuan bayi di lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup beberapa waktu lalu.
“Kami berharap Dinas P3AP2KB segera turun ke lapangan untuk mencari tahu fakta sebenarnya. Siapa pihak yang tega membuang anaknya seperti itu? Ini harus didalami,” ujar Herman saat ditemui Senin (15/6/2026).
Ia juga mengimbau Kepala Kepolisian Mimika untuk menjadikan kasus ini sebagai perhatian serius. Menurutnya, praktik pembuangan bayi bukan kali pertama terjadi di Mimika.
Lokasi yang kerap dijadikan tempat pembuangan antara lain sungai, tempat sampah, dan saluran air (got).

“Ini sudah sering sekali terjadi, mungkin sudah 12 kali lebih. Kami minta polisi menindaklanjuti secara serius agar ke depan tidak ada lagi kasus seperti ini,” tegasnya.
Politisi Partai Demoktat ini juga menyoroti perlunya solusi bagi orang tua yang tidak mampu atau tidak memiliki keinginan mengasuh anak.
Ia menyarankan agar anak tersebut dapat diarahkan untuk dirawat atau diadopsi oleh masyarakat yang bersedia, misalnya di kawasan Panti Ashuan atau ada orang tua yang mau mengasuh.
“Kalau memang tidak berkeinginan mengasuh, jangan dibuang begitu saja. Kasihan anak itu. Lebih baik dirawat atau diadopsi oleh warga yang mau,” imbuhnya.
Ia menegaskan kembali permohonannya kepada Dinas P3AP2KB agar menangani persoalan ini dengan sungguh-sungguh.
Herman juga berharap pemberitaan media dapat menjadi ekspos agar kejadian serupa tidak terus terulang.
“Sekali lagi saya minta dinas pemberdayaan perempuan serius menangani soal ini. Dan saya mohon kepada teman-teman media untuk mengekspos agar kejadian ini tidak terus berulang di Mimika. Terima kasih,” pungkasnya. (Red)
























Komentar