Advertisement
Kabar Kampung
Home » Kadistrik Mimika Baru Himbau Orang Tua di Nayaro Prioritaskan Sekolah Anak

Kadistrik Mimika Baru Himbau Orang Tua di Nayaro Prioritaskan Sekolah Anak

MIMIKA BERKABAR – Kepala Distrik Mimika Baru, Joel Daniel Luhukay, mengeluarkan himbauan tegas kepada para orang tua siswa di Kampung Nayaro agar tidak membawa anak-anak mereka ke Kota Timika pada jam sekolah.

Langkah ini diambil menyusul keluhan para guru mengenai tingginya angka ketidakhadiran siswa akibat ikut orang tua berjualan di pasar.

Fenomena tersebut ternyata telah berlangsung cukup lama, namun baru mendapat respons cepat setelah Joel bertemu langsung dengan para tenaga pendidik dari Nayaro beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan itu, para guru mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap menurunnya tingkat disiplin dan kehadiran siswa yang berdampak pada efektivitas proses belajar mengajar.

“Sebenarnya persoalan ini sudah lama terjadi. Tetapi karena saya baru bertemu langsung dengan guru-guru dari Nayaro dan mereka menyampaikan keluhannya, maka saya merasa ini harus segera ditindaklanjuti,” ujar Joel kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).

Brida Gandeng Litbang Kompas Kaji Kinerja Pemkab dan Kepuasan Masyarakat

Menurut penjelasannya, kebiasaan sebagian orang tua membawa serta anak-anak mereka berjualan ke Pasar Timika sejak pagi hari menyebabkan banyak siswa tidak mengikuti pelajaran secara utuh, bahkan tidak sedikit pula yang absen total dari sekolah.

Joel menegaskan bahwa pendidikan merupakan sektor prioritas yang tidak boleh dikorbankan demi alasan ekonomi sesaat. Ia mengajak para orang tua untuk lebih memikirkan masa depan anak-anak mereka dengan memastikan kehadiran di sekolah selama jam pelajaran berlangsung.

“Saya paham orang tua bekerja keras mencari nafkah, tapi jangan sampai aktivitas ekonomi mengorbankan masa depan anak. Anak-anak wajib berada di sekolah selama jam belajar. Itu prinsip yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Ke depan, pihak sekolah berencana membangun pagar keliling sebagai upaya meningkatkan keamanan dan ketertiban lingkungan sekolah.

Namun Joel menggarisbawahi bahwa solusi fisik semata tidak akan efektif tanpa diiringi kesadaran kolektif dari para orang tua.

ASN di Puncak Ditikam OTK, Kapolres Langsung Jenguk Korban

Sebagai tindak lanjut konkret, Joel telah berkoordinasi dengan petugas yang mengawal operasional bus masyarakat Nayaro yang melayani rute kampung–kota setiap pagi dan sore.

Ia meminta agar pengawal bus tidak mengizinkan anak usia sekolah ikut turun ke Timika pada jam belajar, kecuali di hari libur.

“Saya sudah sampaikan kepada tim pengawal bus masyarakat, tolong jangan bawa anak-anak sekolah ke Timika saat jam belajar. Kalau hari libur silakan, itu tidak masalah. Tapi kalau hari sekolah, mereka harus tetap di Nayaro untuk belajar,” pungkasnya.

Dengan adanya himbauan ini, diharapkan kesadaran orang tua di Kampung Nayaro semakin meningkat dan anak-anak dapat mengikuti pendidikan dengan optimal tanpa terganggu aktivitas ekonomi keluarga. (Red)

Basarnas dan Pertapindo Teken MoU, SAR Timika dan BPBD Mimika Tanda Tangan PKS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement