Advertisement
Kabar YPMAK
Home » 20 Warga Lokal Ikuti FLP Batch II, YPMAK Targetkan Kios Mandiri dan Berkelanjutan

20 Warga Lokal Ikuti FLP Batch II, YPMAK Targetkan Kios Mandiri dan Berkelanjutan

MIMIKA BERKABAR – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat lokal.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah membina 20 warga Amungme dan Kamoro menjadi pemilik kios kelontong mandiri.

Program ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan tahun 2025 lalu, di mana YPMAK sukses melahirkan 10 pengusaha kios kelontong.

Pada tahun 2026 ini, sebanyak 10 pengusaha baru kembali dibina.Sebagai tahap awal pembinaan, YPMAK menggandeng sejumlah mitra, di antaranya Bank Tabungan Negara, IJB, dan PT Amungsa Gemilang, untuk menggelar pelatihan Financial Literacy Program (FLP) Batch II.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 2 Maret 2026, di Gedung MPCC Jalan AgapeDalam pelatihan tersebut, para pelaku UMKM binaan dibekali pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang disiplin.

Brida Gandeng Litbang Kompas Kaji Kinerja Pemkab dan Kepuasan Masyarakat

Peserta diwajibkan menerapkan transaksi tunai maupun non-tunai secara penuh guna menghindari piutang yang dapat menghambat arus kas. Seluruh hasil penjualan juga wajib disetorkan ke bank setiap minggu melalui rekening yang telah disiapkan.

Dari total pendapatan bulanan, sebesar 20 persen dialokasikan sebagai pendapatan pengelola, sementara 80 persen digunakan sebagai modal perputaran barang agar usaha terus berkembang.

Kepala Divisi Sosial Ekonomi YPMAK, Oktovianus Jangkup, mengatakan pelatihan tahap kedua ini diikuti 20 peserta, baik yang kiosnya sudah berjalan maupun yang akan segera memulai usaha.

“Peserta yang sudah berjalan usahanya dapat berbagi ilmu kepada mereka yang baru memulai. Harapannya, mereka belajar mengelola kios dengan profesional dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kios sebagai aset pribadi.“Ini adalah rumah usaha mereka. Barang di kios harus dijaga karena melalui program inilah mereka melayani tetangga dan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya,” tegasnya.

ASN di Puncak Ditikam OTK, Kapolres Langsung Jenguk Korban

Direktur CV Amungsa Berjaya Gemilang, Teopilus Koroboy, menyebutkan pelatihan kali ini diikuti delapan peserta dari Kamoro dan dua peserta dari Amungme.

Selain pembekalan, dilakukan evaluasi terhadap kios yang telah beroperasi.“Kami diajarkan memisahkan modal belanja, keuntungan, dan biaya operasional agar usaha berjalan sehat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bank BTN Cabang Timika, Didit Darmomo, menegaskan program ini bukan sekadar bantuan modal, tetapi mendorong kemandirian masyarakat dalam berwirausaha.

“Selama setahun akan ada evaluasi dan pendampingan oleh mahasiswa Jembatan Bulan yang memantau operasional kios setiap hari,” jelasnya.

Ia berharap seluruh UMKM kios kelontong dapat terus dimonitoring untuk meminimalisir kegagalan dan memastikan keberlanjutan usaha.

Basarnas dan Pertapindo Teken MoU, SAR Timika dan BPBD Mimika Tanda Tangan PKS

“Memang penuh tantangan, tetapi dengan pendampingan dan evaluasi berkala, kami optimistis semua bisa sukses,” pungkasnya.

YPMAK memastikan pendampingan intensif bersama mitra dilakukan selama satu tahun penuh. Kios-kios yang telah selesai dibangun akan segera diserahterimakan kepada penerima manfaat agar dapat langsung beroperasi. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement