Advertisement
Kabar Kota
Home » Mimika Dorong Kolaborasi Pemda-Swasta untuk Optimalisasi Air Minum

Mimika Dorong Kolaborasi Pemda-Swasta untuk Optimalisasi Air Minum

MIMIKA BERKABAR – Pemerintah Kabupaten Mimika menunjukkan komitmen kuat dalam optimalisasi pengelolaan air minum, yang ditekankan dalam pertemuan di Kantor Bupati pada Selasa (24/2/2026), dihadiri oleh Bupati Johannes Rettob, Wakil Bupati Emanuel Kemong, Ketua DPRK Primus Natikapereyau dan Direktur PT Air Minum Jayapura (Perseroda) Dr Entis Sutisna.

Bupati Mimika, Johannes Rettob menyoroti investasi besar pemerintah daerah dalam infrastruktur air minum yang belum optimal pemanfaatannya, serta menekankan perlunya pengelolaan profesional, tidak hanya mengandalkan UPTD.

“Kita sudah bangun cukup banyak sambungan rumah, hanya memang belum semuanya teraliri. Ini yang perlu kita lihat bersama bagaimana pola pengelolaannya,” jelas Bupati.

Ia juga berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, swasta, dan pemangku kepentingan dapat mengoptimalkan pengelolaan air bersih demi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Mimika, mengingat saat ini banyak warga masih mengandalkan air tanah dengan kualitas bervariasi.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, menjelaskan dua model pengelolaan air minum yang diatur regulasi nasional, Perusahaan Umum Daerah (Perumda ).

Brida Gandeng Litbang Kompas Kaji Kinerja Pemkab dan Kepuasan Masyarakat

Yoga juga mengungkapkan hambatan dalam proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Timika. Proyek yang dimulai 2012 ini membengkak anggarannya dari Rp374 miliar menjadi Rp542 miliar pada 2022.

“Hingga saat ini, penyerapan anggaran baru mencapai Rp267 miliar, atau sekitar 52.49% dari total kebutuhan, menyisakan Rp242 miliar yang belum terealisasi,” ujar Yoga.

Keterlambatan ini disebabkan kurangnya monitoring rutin dan proses lelang yang memakan waktu. Meskipun demikian, sebagian besar infrastruktur jaringan pipa telah terpasang, dengan total puluhan kilometer pipa HDPE berbagai ukuran.

Fasilitas SPAM Kota Timika juga cukup komprehensif, mencakup intake, pompa, WTP, reservoir, hingga genset dan sensor kualitas air.

Yoga menekankan pentingnya pembentukan lembaga khusus untuk mengelola SPAM guna memastikan perhitungan ekonomis yang matang dan mencegah kerugian, serta adanya tantangan sosial seperti penolakan warga terhadap pembangunan pipa di beberapa lokasi. (Red)

ASN di Puncak Ditikam OTK, Kapolres Langsung Jenguk Korban

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
× Advertisement
× Advertisement